Selasa, 21 Juni 2011

Makalah Media Pembelajaran

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Media Pembelajaran
1. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Cukup banyak batasan yang dibuat orang. Asosiasi Teknologi Pendidikan misalnya mengatakan bahwa media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyampaikan pesan atau informasi.
Secara garisa besar media adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap (Gerlach dan Ely 1971). Gagne dan Briggs (1975) secara implicit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri antara lain buku, tape recorder, kaset, video kamera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televise, dan computer. Gagne (1978) mengartikan media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara Heinich dan Russell (1989) mengartikan media sebagai saluran untuk komunikasi yang berasal dari bahasa Latin yang berarti “antara” yang digunakan untuk menyalurkan informasi antara pengirim dan penerima. Dari batasan-batasan itu dapat kita rumuskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.
Secara harafiah media berarti perantara atau pengantar Accociation for education and communication technologi (AECT) mengartikan media sebagai segala bentuk yang dipergunakaan untuk proses penyaluran informasi (Zaenal, 1984:35).
Sadiman media mengemukakan bahwa media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (1993:6).
Gagne (dalam Sadiman dkk, 1993:1), menyatakaan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dan lingkungannya. Siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Di jelaskan pula oleh Raharjo (1989:25), bahwa media adalah wadah dari pesan yang oleh sumbernya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan tersebut, materi yang diterima adalah pesan intruksional, dan tujuan yang dicapai adalah tercapainya proses belajar.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa media adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga tujuan pelajaran dengan lebih baik dan sempurna. Media pembelajaran sangat beragam. Secara garis besar media dapat dikategorikan menjadi empat macam, yaitu media visual, media media dengar, media proyeksi (proyected still), dan proyected motion media (royak dan Zukarnaen dalam Zaenudin, 1984:3).

2. Teori Landasan
Dalam proses belajar mengajar, ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
Landasan filosofis, ada suatu pandangan, bahwa dengan digunakannya berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas, akan berakibat proses pembelajaran yang kurang manusiawi. Dengan kata lain, penerapan teknologi dalam pembelajaran akan terjadi dehumanisasi. Benarkah pendapat tersebut? Bukankah dengan adanya berbagai media pembelajaran justru siswa dapat mempunyai banyak pilihan untuk digunakan media yang lebih sesuai dengan karakteristik pribadinya? Dengan kata lain, siswa dihargai harkat kemanusiaannya diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun alat belajar sesuai dengan kemampuannya. Dengan demikian, penerapan teknologi tidak berarti dehumanisasi.
Landasan psikologis, dengan memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Di samping itu, persepsi siswa juga sangat mempengaruhi hasil belajar. Oleh sebab itu, dalam pemilihan media, di samping memperhatikan kompleksitas dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi serta faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penjelasan persepsi hendaknya diupayakan secara optimal agar proses pembelajaran dapat berangsung secara efektif.
Landasan teknologis. Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, dan penilaian proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi di mana kegiatan belajar itu mempunyai tujuan dan terkontrol. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk:
Kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi: Pengalaman langsung yang bertujuan, Pengalaman tiruan yang diatur, Pengalaman dramatisasi, demonstrasi, karyawisata, pameran, televise, film, Radio, audio, tape recorder,dan gambar diam, Simbul visual, sistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-omponen ini termasuk pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.
Landasan empiris. Temuan-temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara penggunaan media pembelajaran dan karakteristik belajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya, siswa akan mendapat keuntungan yang signifikan bila ia belajar dengan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik tipe atau gaya belajarnya. Siswa yang memiliki tipe belajar visual akan lebih memperoleh keuntungan bila pembelajaran menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, video, atau film. Sementara siswa yang memiliki tipe belajar auditif, akan lebih suka belajar dengan media audio, seperti radio, rekaman suara, atau ceramah guru. Akan lebih tepat dan menguntungkan siswa dari kedua tipe belajar tersebut jika menggunakan media audio-visual. Berdasarkan landasan rasional empiris tersebut, maka pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pebelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri.
Menurut Bruner (1996:10-11) ada tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu:
a. Pengalaman langsung (enactive), adalah siswa mengerjakan, misalnya arti kata ‘simpul’ dipahami dengan langsung membuat ‘simpul’.
b. Pengalaman pictorial/gambar (iconic), pada tahap ini kata ‘simpul’ dipelajari dari gambar, lukisan, foto atau film.
c. Pengalaman abstrak (symbolic), pada tahap ini, siswa membaca atau membaca kata ‘simpul’ dan mencoba mencocokkannya dengan pengalamannya membuat ‘simpul’.

3. Ciri-ciri Media Pendidikan
Gerlach dan Erly (1971) mengemukakan tiga cirri media yang merupakan petunjuk mengapa media digunakan dan apa-apa saja yang dapat dilakukan oleh media yang mungkin guru tidak mampu atau kurang efisien melakukannya.
a. Ciri Fiksatif (Fixative Property)
Ciri ini menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestariakan, dan merekontruksi sutau peristiwa atau objek. Dengan ciri fiksatif ini, media memungkinkan suatu rekaman kajian atau objek yang terjadi pada satu waktu tertentu di tranportasikan tanpa mengenal waktu.
Ciri ini amat penting bagi guru karena kejadian-kejadian yang telah direkam dengan format media yang ada dapat digunakan setiap saat. Peristiwa yang kejadiannya hanya sekali dalam satu waktu dapat diabadikan dan disusun kembali untuk keperluan pembelajaran.

b. Ciri Manipulatif (Manipulatif Property)
Transpormasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memamakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik pengambilan gambar time-lapse recording. Di samping dapat dipercepat, suatu kejadian dapat pula diperlambat pada saat menayangkan kembali hasil suatu rekaman video.
c. Ciri Distributif (Distributive Property)
Ciri ini memungkinkan suatu objek atau kejadian ditranpormasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan kepada jumlah besar siswa dengan stimulus pengalaman yang relative sama mengenai kejadian itu.
Sekali informasi direkam dalam format media apa saja, ia dapat direproduksi seberapa kali pun dan siap digunakan secara berulang-ulang di suatu tempat.

2.2 Fungsi dan Manfaat Media Pendidikan
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru membagkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.
Levie & Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:
a. Fungsi atensi
Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.
b. Fungsi afektif
Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar atau membaca teks yang bergambar.
c. Fungsi kognitif
Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambing visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
d. Fungsi kompensatoris
Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau disajikan secara verbal.
Media pembelajaran, menurut Kemp & Dayton (1985:28), dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya, yaitu:
 Memotivasi minat atau tindakan
 Menyajikan informasi
 Memberi intruksi

Menurut Kemp & Dalton (1985:3-4) meskipun telah lama disadari bahwa banyak keuntungan penggunaan media pembelajaran, penerimaannya serta pengintegrasiannya ke dalam program-program pengajaran berjalan amat lambat. Mereka mengemukakan beberapa hasil penelitian yang menunjukan manfaat dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran di kelas atau sebagai cara utama pembelajaran langsung sebagai berikut:
 Penyampaian pembelajaran menjadi lebih baku
 Pembelajaran bisa lebih menarik
 Pembelajaran menjadi lebih interaktif
 Waktu belajar dapat dipersingkat
 Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan
 Pembelajaran dapat diberikan kapan dan di mana diinginkan
 Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka pelajari dan dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan
 Peran guru dapat berubah ke arah yang lebih positif.

Encyclopedia of Educational Research dalam Hamalik (1994:15) merrincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut:
 Meletakkan dasar-dasar konkret untuk berfikir, oleh karena itu mengurangi verbalisme.
 Memperbesar perhatian siswa.
 Meletakkan dassar-dasar yang penting untuk perkembangan belajar, oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap.
 Memberikan pengalaman yang nyata dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa.
 Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu, terutama melalui gambar hidup.
 Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
 Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar.

2.3 Beberapa Pengenalan Tentang Media
Dalam perkembangannya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu:
a. Teknologi cetak
Adalah cara untuk menghasilkan atau mencapaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Kelompok media hasil teknologi cetak meliputi teks, grafik, foto atau representasi fotografik dan reproduksi. Teknologi cetak memiliki ciri-ciri berikut:
 Teks dibaca secara linear, sedangkan visual diamati berdasarkan ruang;
 Baik teks maupun visual menampilkan komunikasi satu arah dan reseptif;
 Teks dan visual ditampilkan statis;
 Pengembangannya sangat tergantung pada kepada prinsip-prinsip kebahasaan dan persepsi visual;
 Baik teks maupun visual berorientasi pada siswa;
 Informasi dapat diatur kembali atau ditata ulang oleh pemakai.

b. Teknologi audio-visual
Cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pengajaran melalui audio-visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran serta tidak seluruhnya tergantung pada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa. Ciri-ciri utama teknologi media audio-visual adalah sebagai berikut;
 Bersifat linear
 Menyajikan visual yang dinamis
 Digunakan dengan cara yang telah diterapkan sebelumnya oleh perancang
 Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau gagasan abstrak
 Dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif
 Umumnya mereka berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah.

c. Teknologi berbasis komputer
Merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro-prosesor. Pada dasarnya teknologi berbasis komputer menggunakan layer kaca untuk menyajikan informasi kepada siswa.
d. Teknologi gabungan
Adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer.
Pengelompokan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi oleh Seels dan Glasgow yang dikutip Arsyad (2006:33) dibagi ke dalam dua kategari luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir.
Pemilihan media secara tradisional, meliputi:
a. Visual diam yang diproyeksikan (proyeksi tak tembus pandang, proyeksi overhead, slide, (filmstrips).
b. Visual yang tak diproyeksikan (gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram, pameran, papan info, papan bulu/flanel)
c. Audio (rekaman piringan hitam dan pita kaset)
d. Penyajian multimedia (slide plus suara, paduan gambar-suara, dan multi image)
e. Visual dinamis yang diproyeksikan (film, televisi, video).
f. Cetak (buku teks, modul, teks terprogram, buku kerja, majalah berkala, lembaran lepas atau hand-out).
g. Permainan (teka-teki, simulasi, permainan papan).
h. Realia (model, specimen/contoh, manipulatif (peta, globe, boneka).

Pemilihan media secara mutakhir, meliputi:
a. Media berbasis telekomunikasi (teleconference dan telelecture)
b. Media berbasis mikro prosesor ( pembelajaran berbantuan komputer, permainan komputer, pembelajaran interaktif, hypermedia, dan compact video disc).

Pengelompokan media yang banyak dianut oleh para pengelola pendidikan adalah seperti yang disampaikan oleh Kemp dan Dayton (1985). Oleh mereka, media dikelompokkan dalam delapan jenis, yaitu:
1. Media cetak,
2. Media pajang,
3. Overhead transparacies (OHT) dan Overhead Projector (OHP),
4. Rekaman audiotape,
5. Slide dan filmstrip,
6. Penyajian multi-image,
7. Rekaman video dan film, dan
8. Komputer.

2.4 Pemilihan Media
Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan perencanaan yang baik. Pada kenyataannya di lapangan menunjukan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas dasar pertimbangan antara lain;
a. Media yang sudah di kenal
b. Media dapat menggambarkan dengan lebih baik dari dirinya sendiri
c. Media dapat menarik minat dan perhatian siswa

Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media dalah sebagai berikut;

a. Motivasi
b. Perbedaan individual
c. Tujuan pembelajaran
d. Organisasi isi
e. Persiapan sebelum belajar
f. Emosi g. Partisipasi
h. Umpan balik
i. Penguatan
j. Latihan dan pengulangan
k. Penerapan

2.5 Pengembangan Media
1. Media Visual
Visualisme pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar, sketsa, grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih.
Tataan elemen-elemen itu harus dapat menampilkan visual yang dapat dimengerti, dapat dibaca, dan dapat menarik perhatian sehingga ia mampu menyampaikan pesan yang diinginkan oleh penggunanya.
Dalam proses penataan itu harus diperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip:
 Kesederhanan
Secar umum kesederhaan itu mengacu pada jumlah elemen yang terkandung dalam suatu visual. Jumlah elemen yang lebih sedikit memudahkan siswa menangkap dan memahami pesan yang disajikan visual itu.
 Keterpaduan
Mengacu kepada hubungan yang terdapat di antara elemen-elemen visual yang ketika diamati akan berfungsi secara bersama-sama.
 Penekanan
Meskipun penyajian visual dirancang sesederhana mengkin, seringkali konsep yang ingin disajikan memerlukan penekanan terhadap salah satu unsur yang akan menjadi pusat perhatian siswa.

 Keseimbangan
Bentuk atau pola yang dipilih sebaiknya menempati ruang penayangan yang memberikan persepsi keseimbangan meskipun tidak seluruhnya simetris.

Unsur-unsur visual yang harus dipertimbangkan selanjutnya adalah sebagai berikut:
 Bentuk
Bentuk yang aneh dan asing bagi siswa dapat membangkitkan minat dan perhatian.
 Garis
Garis digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur sehingga dapat menuntun perhatian siswa untuk mempelajari suatu urutan-urutan khusus.
 Tekstur
Tekstur adalah unsur visual yang dapat menimbulkan kesan kasar atau halus.
 Warna
Warna merupakan unsur visual yang penting, tetapi ia harus digunakan dengan hati-hati untuk memperoleh dampak yang baik.

2. Media Audio-visual
Media audio dan audio-visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Audio dapat menampilkan pesan yang memotivasi.
Disamping menarik dan memotivasi siswa untuk mempelajari materi lebih banyak, materi audio dapat digunakan untuk:
 Mengembangkan keterampilan mendengar dan mengevaluasi apa yang telah didengar;
 Mengatur dan mempersiapkan diskusi
 Menjadikan model yang akan ditiru oleh siswa;
 Menyiapkan variasi yang menarik dan perubahan-perubahan tingkat kecepatan belajar mengenai suatu pokok bahasan.



3. Media Komputer
Kemajuan teknologi komputer sejak muncul pada tahun 1950-an hingga tahun 1960-an sangat lamban. Namun sejak tahun 1975 ketika ditemukan prosesor kecil keadaan tersebut berubah secara dramatis. Pengembangan prosesor kecil it uterus berlangsung hingga kini yang bukan saja ukurannya lebih kecil tetapi juga kemampuannya semangkin besar—kemampuan menangani informasi dan intruksi yang hampir tiada terbatas dengan kecepatan yang semakin tinggi.
a. Tutorial
Program pembelajaran tutorial dengan bantuan komputer meniru sistem tutor yang dilakuka oleh guru atau instruktur. Informasi atau pesan berupa suatu konsep disajikan di layar kompute dengan teks, gambar, atau grafik.
b. Drills and Practice(Latihan)
Latihan untuk mempermahir keterampilan atau memperkuat penguasan konsep dapat dilakukan dengan modus drills and practice.
c. Simulasi
Simulasi dengan bantuan komputer mencoba untuk menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya siswa menggunakan komputer untuk mensimulasikan menerbangkan pesawat terbang.
d. Permainan Intruksional
Program permainan yang dirancang dengan baik dapat memotivasi siswa dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Permainan intruksional yang berhasil menggabungkan aksi-aksi permainan video dan keterampilan penggunaan papan ketik pada komputer.
e. Faktor Pendukung Keberhasilan
Keberhasilan penggunaan komputer dalam pengajaran amat tergantung pada berbagai faktor seperti proses kognitif dan motivasi belaj





BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa:
1. Secara garisa besar media adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
2. Dalam proses belajar mengajar, ada beberapa tinjauan tentang landasan penggunaan media pembelajaran, antara lain landasan filosofis, psikologis, teknologis, dan empiris.
3. Fungsi media pendidikan menurut Levie & Lentz adalah fungsi atensi, afektif, kognitif, kompensatoris.
4. Beberapa pengenalan tentang media diantaranya, media trsdisional dan mutakhir.
5. Pemilihan media pembelajaran diantaranya adalah Motivasi, perbedaan individual, tujuan pembelajaran, organisasi isi, persiapan sebelum belajar, emosi, partisipasi, umpan balik, pengutan, latihan dan pengulangan, dan penerapan.
6. Pengembangan media visual, audio-visual, dan komputer dapat kita lihat pada semkain berkembangnya teknologi.

3.2 Saran
Dari pembahasan diatas, kami berharap para pendidik dapat menggunakan media pembelajaran yang telah berkembang pada pendidikan, supaya anak didik tidak ketinggalan, dan tidak bosan dengan pelajaran-pelajaran yang mereka terima.








DAFTAR PUSTAKA


Arsyad, Azhar. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Bahri, Jdamarah Syaipudin dan Aswan Zain. 1996. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Harjanto. 1996. Perencanan Pengajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

www.media Pendidikan.com. diakses pada hari sabtu, 27 Februari 2011. pukul 11.30 WIB.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar